LSPro Sentra Teknologi Polimer

Skema Sertifikasi

1. Sekilas LSPro-STP

Balai Pengkajian Teknologi Polimer (BPTP) yang dalam keseharian bisnisnya disebut sebagai Sentra Teknologi Polimer (STP) atau BPTP-STP adalah salah satu unit di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala BPPT No. 20 Tahun 2015 tanggal 19 Oktober 2015 tentang organisasi dan tata kerja Balai Teknologi Polimer (BTP).  Sentra Teknologi Polimer (STP) berlokasi di Gedung 460 Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Tangerang Selatan, Banten.

Dalam rangka untuk meningkatkan peran serta di bidang pengawasan mutu produk, BTP atau STP-BPPT membentuk lembaga sertifikasi produk yang disebut Lembaga Sertifikasi Produk STP, yang selanjutnya disebut LSPro-STP. Pada pelaksanaan kegiatan pengawasan mutu produk, LSPro-STP mengacu pada persyaratan yang dimuat dalam SNI ISO/IEC 17065:2012 “Penilaian Kesesuaian – Persyaratan untuk Lembaga Sertifikasi Produk, Proses dan Jasa”.

Skema Sertifikasi produk plastik ini disusun berdasarkan SNI ISO/IEC 17067:2013 : “Penilaian Kesesuaian – Fundamental Sertifikasi Produk dan Panduan Skema Sertifikasi Produk”, Aturan KAN DPLS 04 Rev 3 : Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Sertifikasi Produk, DPUM 01 Rev.8 : Term and Conditions for Accreditation of Conformity Assessment Body dan SNI ISO/IEC 17065:2012 “Penilaian kesesuaian – Persyaratan untuk lembaga sertifikasi produk, proses dan jasa” serta aturan lain dari SNI yang relevan dengan produk ruang lingkup LSPro-STP.

Seluruh kegiatan sertifikasi produk dikendalikan oleh Manajemen LSPro-STP yang berkantor Gedung 460, Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan Banten 15314.

2. Manfaat Sertifikasi Produk

Beberapa manfaat bagi perusahaan yang menerapkan sertifikasi produk adalah :

  1. Sebagai sebuah jaminan dari lembaga independen bahwa produk dihasilkan melalui sebuah sistem pengujian, pengendalian dan pengawasan yang efektif.
  2. Konsumen mendapat kepastian bahwa produk telah sesuai dengan standar yang dipersyaratkan.
  3. Khusus produk-produk yang diwajibkan, tanda sertifikasi menunjukkan bahwa produk telah memenuhi ketentuan keselamatan.
  4. Produk tersertifikasi terlindungi dari kompetisi dengan produk yang tidak memenuhi standar.
  5. Meningkatkan efisiensi melalui penerapan sistem mutu yang efektif.

3. Ruang Lingkup Skema Sertifikasi

Skema sertifikasi untuk produk plastik ini merupakan pengembangan yang dilakukan oleh LSPro-STP dengan melibatkan beberapa pihak seperti Klien (pemohon), pengguna dan para praktisi di bidang produk plastik. Ruang lingkup skema sertifikasi ini meliputi plastik (seperti bijih/pelet plastik) dan produk plastik : karung plastik, tas plastik, pipa, botol, tangki air dll. Untuk saat ini ruang lingkup yang diajukan ke KAN adalah bijih/pelet plastik dan karung plastik. Adapun tipe produk yang dicakup sampai dengan saat ini adalah :

  1. Polipropilena SNI 0594 : 2011
  2. Bijih Plastik Polietilena SNI 7808-2012
  3. Polietilena Densitas Rendah (LDPE/LLDPE) untuk Kantong Dalam dari Karung Pupuk SNI 06-1315-2006
  4. Polipropilena untuk Karung Pupuk SNI 06-1316-2006

 

4. Tahapan Proses Sertifikasi

4.1. Tahap Seleksi

  1. Calon yang akan mengajukan permohonan sertifikasi produk mengisi formulir aplikasi Surat Permohonan Sertifikasi Produk (SPSP) dan mengirimkan kepada LSPro-STP u.p Ka. Urusan Administrasi, dengan alamat LSPro-STP, Gedung 460 Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan Banten 15314, telp (021) 7563360 / fax (021)7560057. Formulir aplikasi Surat Permohonan Sertifikasi Produk (form F-09.03) dapat diperoleh dengan menghubungi kantor LSPro-STP atau mengakses laman website http://www.lspro.sentrapolimer.ID/;
  1. Tipe Sertifikasi :
No Produk Tipe Sertifikasi
1 Polipropilena 5
2 Bijih Plastik Polietilena 5
3 Polietilena Densitas Rendah (LDPE/LLDPE) untuk Kantong Dalam dari Karung Pupuk 5
4 Polipropilena untuk Karung Pupuk 5
  1. Sistem manajemen mutu yang diterapkan : ISO 9001:2008 atau revisinya atau sistem manajemen mutu lainnya yang relevan.
  2. Waktu asesmen sudah termasuk jika organisasi memiliki lebih dari 1 lokasi pabrik : sesuai dengan pertimbangan besar kecilnya pabrik yang akan dikunjungi serta kesepakatan antara LSPro-STP dengan pemohon setelah biaya disetujui.
  3. Petugas Pengambil Contoh : menguasai pengambilan contoh yang tercantum dalam SNI 19-0428-1998 : Petunjuk Pengambilan contoh Padatan atau aturan lainnya, memahami SNI produk sesuai dengan lingkupnya dan lulus pelatihan PPC.
  4. Cara Pengambilan Contoh : semua produk di atas, pengambilan contoh mengacu pada standar SNI 19-0428-1998 : Petunjuk Pengambilan contoh Padatan
  • Cara Pengujian :

    Produk polipropilena (PP) sesuai SNI 0594 : 2011 butir 6;

    • Produk Bijih Plastik Polietilena sesuai SNI 7808-2012 butir 6;
    • Produk Polietilena Densitas Rendah (LDPE/LLDPE) untuk Kantong Dalam dari Karung Pupuk sesuai SNI 06-1315-2006 butir 6;
    • Produk Polipropilena (PP) untuk Karung Pupuk sesuai SNI 06-1316-2006 butir 6.
  1. Laboratorium yang digunakan untuk pengujian produk :
    • Laboratorium pengujian yang memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025;

      Lab uji independen yang telah terakreditasi KAN atau badan akreditasi yang menandatangani perjanjian saling pengakuan (MRA) dengan KAN atau APLAC dengan ruang lingkup yang relevan untuk pemenuhan persyaratan produk dalam ruang lingkup LSPro-STP;

      • Laboratorium pengujian yang belum terakreditasi SNI ISO/IEC 17025 untuk keseluruhan atau sebagian ruang lingkup yang diperlukan untuk sertifikasi produk maka verifikasi pemenuhan persyaratan kompetensinya dilakukan sebagai bagian dari kegiatan asesmen LSPro-STP oleh KAN.
      • Laboratorium penguji pendukung yang memiliki metode pengujian selain yang ada dalam SNI, setelah metode pengujian tersebut dipastikan kesesuaiannya dengan metode yang tercantum dalam SNI. Bila tidak sesuai, harus dilakukan validasi dan hasilnya equivalent dengan metode pengujian yang tercantum dalam SNI.

4.2. Tahap Determinasi

  1. Audit Kecukupan Dokumen :
    • Jika perusahaan pemohon telah memilliki sertifikat sistem manajemen mutu, maka tidak perlu dilakukan audit kecukupan;
    • Jika perusahaan pemohon belum memilliki sertifikat sistem manajemen mutu, maka akan dilakukan audit kecukupan sesuai prosedur IK 04 tentang Audit Kecukupan.
  1. Pelaksanaan Asesmen/Audit Lapangan :
    1. Tim Auditor :
    • salah seorang dari tim auditor/asesmen memiliki pengetahuan tentang produk dalam ruang lingkup LSPro-STP.
    • Jika tidak ada auditor yang memiliki latar belakang yang sesuai, maka harus menggunakan tenaga ahli.
    1. Area yang diaudit :
      • Jika belum memiliki sertifikat sistem manajemen mutu maka dilakukan tinjauan dokumen sistem mutu;
      • Jika pemohon telah memiliki Sertifikat Sistem Mutu maka tidak perlu dilakukan tinjauan dokumen namun Tim Auditor mempelajari sistem pengendalian mutu pemohon sesuai daftar isian permohonan.
    1. Proses titik kritis yang harus diperhatikan :
No Produk Titik Kritis yang ditinjau
1 Polipropilena Monomer etilena, proses polimerisasi, mixing dan pengendalian mutu produk
2 Bijih Plastik Polietilena Monomer propilena, proses polimerisasi, mixing dan pengendalian mutu produk
3 Polietilena Densitas Rendah (LDPE/LLDPE) untuk Kantong Dalam dari Karung Pupuk Pelet PE, temperatur, kecepatan calendering dan pengendalian mutu produk
4 Polipropilena untuk Karung Pupuk Pelet PP, temperatur, kecepatan calendering dan dan pengendalian mutu produk
  1. Laporan evaluasi :
    1. Laporan evaluasi produk meliputi evaluasi pengambilan contoh produk, evaluasi sistem mutu dan evaluasi hasil pengujian produk;
    2. Evaluasi terhadap hasil uji dinyatakan lulus bila semua contoh memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam standar produk (SNI) dan sebaliknya dinyatakan tidak lulus/gagal bila salah satu contoh tidak memenuhi persyaratan;
    3. Jika tindakan perbaikan telah dilaksanakan maka auditor memverifikasi tindakan yang diambil dan bila perlu datang ke lokasi pemohon untuk membuktikannya.
  1. Pelaksanaan Pengambilan Contoh :
    1. Petugas Pengambil Contoh (PPC) mempelajari metode pengambilan contoh sesuai dengan standar atau persyaratan yang ditetapkan. Jumlah contoh uji yang diambil mengacu pada standar atau peraturan yang berlaku;
    2. PPC melakukan pengambilan contoh dengan menggunakan teknik statistik yang teruji sesuai dengan metode pada standar produk (SNI) yang terkait atau peraturan yang berlaku;
    3. Pengambilan contoh produk untuk sertifikasi awal dilakukan di lini produksi/ gudang pabrik, sedangkan untuk surveilen tahunan pengambilan contoh dilakukan di lini produksi/gudang pabrik dan/atau pasar bebas. Masing-masing contoh diberi label dan diberi segel untuk menjamin kemamputelusurannya;
    4. PPC menyusun berita acara pengambilan contoh dan menandatanganinya bersama wakil perusahaan serta membuat laporan pengambilan contoh untuk keperluan evaluasi.
  1. Pengujian Contoh Uji : metoda, jumlah contoh uji dan syarat lulus uji di atur dalam SNI yang sesuai dengan ruang lingkup produk (lihat bagian 5.1.h). Jika ada satu parameter yang tidak memenuhi syarat mutu produk maka dilakukan uji ulang terhadap arsip yang disediakan.
  1. Laporan Hasil Uji : mencantumkan kesesuaian dan ketidaksesuaian dalam pemenuhan SNI yang sesuai dengan ruang lingkup produk (lihat bagian 5.1.h).

 

Untuk skema sertifikasi secara lengkap setiap produk yang masuk ke dalam ruang lingkup LSPro-STP, silahkan  menghubungi LSPro-STP melalui nomor  021-7563360 atau mengajukan permohonan skema sertifikasi melalui email ke stpoffice@sentrapolimer.id atau ke lsprostp@gmail.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *